ETIKA DALAM AUDITING

Pada dasarnya etika merupakan hal wajib yang harus diterapkan dalam segala aspek baik itu profesi maupun dalam hal keseharian. Menurut Ibrahim Abdullah dalam bukunya yang berjudul Dictionary of Accounting menjelaskan etika adalah disiplin pribadi dalam hubungannya dengan lingkungannya yang lebih dari pada apa yang sekedar ditentukan oleh Undang – Undang.

            Kode etik suatu profesi merupakan suatu ketentuan perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang menjalani profesinya masing – masing. Dalam hal ini, profesi auditing juga memiliki kode etik tersendiri dalam menunjang kualitas para auditor. Etika dalam auditing yaitu :

1)      Kepercayaan Publik

Hal ini sangat penting bagi segala profesi khususnya dalam profesi auditor. Karena sifat keindependenan auditor tersebut dipertaruhkan. Semakin independen auditor tersebut dalam melaksanakan tugasnya maka semakin bagus hasil pelaporan auditnya.

2)      Tanggungjawab Auditor Terhadap Publik

Ketergantungan antara akuntan dengan masyarakat akan menimbulkan rasa tanggungjawab yang tinngi terhadap masyarakat itu sendiri. Karena akuntan atau auditor tidak hanya memiliki tanggungjawab pada kliennya saja melainkan tanggungjawab terhadap peblik atau masyarakat juga.

3)      Tanggungjawab Dasar Auditor

Tanggungjawab dasar auditor terdiri dari :

  • Perencanaan, Pengendalian dan Pencatatan.  Dalam hal ini, auditor perlu merencanakan,  mengendalikan serta mencatat semua pekerjaannya.
  • Sistem Akuntansi.  Dalam hal ini, Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
  • Bukti Audit. Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan kesimpulan rasional.
  • Pengendalian Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu dan melakukan compliance test.
  •  Meninjau Ulang Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan keuangan yang relevan untuk dapat memberikan dasar pertimbangan pendapat mengenai laporan keuangan.

4)      Indepensi Auditor

Dalam SPAP (IAI, 2001:220) auditor diharuskan bersikap independen yang berarti tidak mudah dipengeruhi oleh siapa pun dalam melaksanakan tugasnya. Terdapat tiga aspek indepensi auditor, yaitu sebagai berikut :

  • Independence in fact (independensi dalam fakta) artinya auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi, keterkaitan yang erat dengan objektivitas.
  • Independence in appearance (independensi dalam penampilan) artinya pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit.
  • Independence in competence (independensi dari sudut keahliannya) artinya independensi dari sudut pandang keahlian terkait erat dengan kecakapan profesional auditor.

5)      Peraturan Pasar Modal Dan Regulator Mengenai Independensi Akuntan Publik

Badan Pengawas Pasar Modal yang bekerja sama dengan Lembaga Keuangan telah menetapkan peraturan yang mengatur independensi akuntan dalam memberikan jasanya di pasar modal. Peraturan ini tertuangkan pada Peraturan No. Kep-86/BL/2011 tentang Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa di Pasar Modal.

 

            Selain itu dalam melaksanakan kode etik dalam audiing, para auditor harus memiliki sifat – sifat diantaranya sebagai berikut :

  • Integritas. Auditor dituntut harus memiliki sikap yang baik seperti jujur, bijaksana, serta rasa tanggungjawab yang tinggi atas pekerjaannya.
  • Obyektivitas. Auditor diharuskan tidak memihak siapa pun dalam melaksanakan tugasnya atau pun mengumpulkan informasi data.
  • Kerahasiaan. Auditor diharuskan untuk menjaga sebaik mungkin data atau informasi yang di dapatkan dalam melaksanakan tugasnya.
  • Kompetensi. Auditor dituntut untuk memiliki pengetahuan, pengalaman, keahlian serta keterampilan yang baik dalam melaksanakan tugasnya.

 

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s