JAMUR LIAR ATAU JAMUR BERACUN

Jamur lapangan atau jamur yang secara liar hidup di alam terbuka dengan bentuk yang beraneka ragam, dengan warna yang bermacam-macam, serta sifat yang belum banyak diketahui, pada umumnya bersifat racun. Jamur ini dapat menyebabkan sakit atau menyebabkan kematian pada orang yang memakannya.
Namun saat ini, jenis jamur lapangan banyak dicari karena memiliki efek tertentu termasuk “halusinogenik” atau kalau dimakan akan menyebabbkan halusinasi atau fly. Misalnya jamur Psilocybe, jamur ini diketahui mengandung psilosibin yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan seseorang yang memakannya mengalami halusinasi atau fly.
Jamur Psilocybe pada umumnya kecil-kecil dengan panjang tangkai sekitar 3 – 4 cm serta garis tengah tudung sekitar 1 – 2 cm. Jamur ini banyak ditemukan pada timbunan kotoran kandang, terutama kandang kuda. Jika dibudidayakan, ukuran jamur ini dapat berlipat dua kali lipat atau lebih.
Sekarang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan badan terkait lainnya tengah melakukan survei dan pengumpulan berbagai jenis jamur di berbagai negara yang sudah lama memiliki tradisi dan pengetahuan mendalam tentang jamur berkhasiat obat misalnya China, Jepang, dan Korea. Diketahui bahwa sejumlah jenis jamur yang umumnya masih tumbuh liar serta belum dibudidayakan yang termasuk gen Boletus (di kawasan Jawa Barat dikenal antara lain dengan nama supa/jamur kakabu) ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan.
Akhirnya jenis-jenis jamur lapangan yang semula dianggap jamur liar yang tidak memiliki nilai, sekarang banyak dibudidayakan. Misalnya “jamur rebung bambu” atau dictyophora yang di Indonesia dianggap sebagai jenis jamur beracun, sekarang mulai dibudidayakan. Jenis jamur ini pada umumnya tumbuh di kebun bambu dengan ciri khas karena tubuhnya seperti diberi kerudung berbentuk jaring.
 Tanda Jamur Beracun
a. Pada umumnya mempunyai warna yang mencolok seperti merah – darah, hitam – legam, biru tua, atau pun warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang seperti kuning muda atau putih dan jamur yang dapat dimakan berwarna gelap seperti coklat tua
b. Jamur beracun menghasilkan bau yang menusuk hidung
c. Jamur beracun memiliki cincin atau cawan kecuali pada jamur merang dan jamur kompos
d. Pada umumnya jamur beracun tumbuh dilingkungan yang kotor
e. Jika jamur beracun dikerat dengan menggunakan pisau biasa kemudian benda perak didekatkan pada keratan tadi, maka pada perak tersebut terbentuk warna hitam atau biru. Hal itu menandakan jamur tersebut beracun
f. Jika dimasak atau dipanaskan, jamur beracun cepat sekali berubah warna misal dari putih menjadi gelap.
g. Jika jamur dipepes dengan nasi kemudian warna nasi berubah menjadi gelap, hal ini menandakan jamur tersebut beracun
h. Di negara Eropa dan Amerika banyak pemburu jamur yang membawa babi terlatih untuk membedakan jamur beracun atau tidak

 Senyawa Beracun pada Jamur
1. Kholin
Yaitu racun yang paling berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Racun ini terdapat pada jamur amanita, lepoita, russula, collyba, dan bolletus
2. Muskarin, Falin, Atropin jamur dan Asam Helvelat
Termsuk racun jamur yang cukup berbahaya dan mematikan. Dengan takaran 0,003 – 0,005 gram sudah dapat membunuh manusia
3. Dapat pula jamur yang tidak beracun menjadi beracun kalau dibiarkan membusuk.

 Gejala – gejala Keracunan Jamur
a. Keracunan karana muskarin
Setelah 5 – 10 menit, si pemakan akan mengeluarkan air mata, ludah, kemudian diikuti dengan penyempitan pupil mata. Lebih lanjutnya akan sesak napas, buang air, pusing, lemah kolaps, koma, dan diikuti oleh kejang – kejang dan akhirnya meninggal.
b. Keracunan karena racun lainnya
Setelah 4 – 6 jam si pemakan akan menjadi haus, sakit perut yang hebat, muntah – muntah, dan buang air yang cair. Lama kelamaan akan menjadi shock dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Sumber : Majalah Khalifah (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s