TUGAS 3 (KELOMPOK)

FRANCHISE INDONESIA

J-CO VS DUNKIN DONUTS

Diajukan untuk memenuhi nilai mata kuliah pengantar bisnis #

DISUSUN OLEH :

1. NIHLAH ADAWIYAH 24210976

2. BAHESTI 21210313

3. ERIKA FITRIANA 22210394

KELAS : 1EB01

JURUSAN : AKUNTANSI

Kampus D Jl. Margonda Raya No. 100 Depok
Sekretariat Dosen : Telp. 78881112 Ext. 208

KATA PENGANTAR

 

Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan ridho dan karunia-Nyalah serta kerja keras yang telah dilakukan oleh penulis, akhirnya tugas pengantar bisnis dengan judul “FRANCHISE INDONESIA  J-CO VS  DUNKIN DONUTS” dapat terselesaikan dengan baik. Dan tak lupa kami haturkan shalawat serta salam kepada Baginda Besar Nabi Muhammad saw. beserta  sahabat dan keluarganya.

Penulis memilih judul “FRANCHISE INDONESIA  J-CO VS  DUNKIN DONUTS”  karena ingin membandingkan franchise yang ada di Indonesia terutama dalam bidang donuts. Saat ini Dunkin Donuts sudah kurang dalam segi pemasaranya dibandingkan dengan J-CO yang sedang gencar dalam segi pemasaran dan produk-produknya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus  yang telah memberikan izinnya, dosen mata kuliah pengantar bisnis , serta teman-teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas  ini. Tanpa mereka semua tugas ini tidak ada apa-apanya. Semoga tugas  ini dapat bermanfaat di kemudian hari.

Depok, Oktober 2010

Penulis

 

 

 

 

 

 

ii

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul ………………………………………………………………………………       i

Kata Pengantar ………………………………………………………………………………     ii

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………    iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Franchise ……………………………………………………………………….      1

1.2 Jenis-Jenis Waralaba ……………………………………………………….      1

BAB II ISI

2.1 J-CO Donuts & Coffee …………………………………………………….      3

2.1.1 Sejarah Awal ………………………………………………………      3

2.1.2 Konsep Penjualan ……………………………………………….      4

2.1.3 Variasi Makanan dan Minuman …………………………….      4

2.2 Dunkin Donuts ……………………………………………………………….      5

2.2.1 Sejarah Awal ………………………………………………………      5

2.2.2 Masuk Pasar Indonesia …………………………………………     7

2.2.3 Konsep Penjualan ………………………………………………..     8

2.2.4 Fasilitas ………………………………………………………………     8

2.2.5 Variasi Makanan dan Minuman ……………………………..     8

Kesimpulan …………………………………………………………………………………..    11

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………….   12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Franchise

Franchise berasal dari bahasa Perancis-Anglo. Franchise sendiri berasal  dari kata Franc yang artinya ”bebas”. Franchise di Indonesia sering disebut dengan waralaba.

¹Pertumbuhan industri waralaba di Indonesia sudah sedemikian pesatnya. Menurut Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Departemen Perdagangan Dede Hidayat, tahun 2009 lalu tercatat ada lebih dari 1.010 unit usaha waralaba meliputi 260 waralaba asing dan 750 waralaba dalam negeri. Dari jumlah tersebut, waralaba asing menghasilkan penjualan sebesar Rp 38,8 triliyun dan waralaba lokal sebesar Rp 45,4 triliyun.

 

1.2 Jenis-jenis Waralaba

Waralaba dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Franchisor atau pemberi waralaba  

Franchisor atau pemberi waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lainuntuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas.

1

¹ www.mediaIndonesia.com

 

2

b. Franchisee atau penerima waralaba

Franchisee atau penerima waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

 

BAB 2

ISI

2.1 J-CO Donuts & Coffee

2.1.1 Sejarah Awal

J. CO Donuts adalah peritel roti donat khusus di Indonesia dan  kopi. Perusahaan ini dimiliki dan dikelola oleh Johnny Andrean, seorang penata rambut ternama Indonesia.

J. CO Donuts & Coffee mulai diperdagangkan pada tahun 2005. Produk Yang paling populer adalah “Al Capone”. Dinamakan setelah gangster Amerika, itu adalah donat cincin membuat halus, ringan dan adonan atasnya dengan coklat putih Belgia dan almond dari California – ramuan J. CO diperkenalkan ke Indonesia. Selain donat, J. CO adalah campuran biji kopi Arabika tumbuh di Brasil, Kolombia, Kosta Rika, Guatemala dan Indonesia dan dipanggang di Italia.

3

4

 

Perusahaan ini telah dikritik untuk mereproduksi gaya Krispy  Kreme, donat vendor Amerika. Di Asia Tenggara, bagaimanapun, J. CO memimpin Krispy Kreme dan saingan lainnya dalam hal sehari-hari, penghargaan pengunjung dan penjualan. J. CO telah mendorong industri donat Asia, dengan outlet di luar Indonesia di Malaysia dan Singapura, dengan rencana untuk memperluas ke negara lain.

Dalam waktu kurang dari 3 tahun beroperasi, J. CO berhasil membuka lebih dari 47 gerai throughtout Asia dengan ekspansi di Indonesia, Singapura dan Malaysia. J. CO Donuts & Coffee akan membuka cabangnya di Filipina dan negara-negara lain di Asia.

2.1.2 Konsep Penjualan

Dengan menerapkan konsep open kitchen, butik donut ini memungkinkan para pelanggan untuk menyaksikan langsung proses pembuatannya. Selain itu, nuansa yang penuh kehangatan juga menjadikan J.CO sebagai tempat paling nyaman untuk menikmati donat dan secangkir kopi.

2.1.3 Variasi Makanan dan Minuman

J.Co menawarkan  12 varian rasa yang disajikan seperti donat Glazzy (donat dengan lapisan madu yang ringan),

 

5

 

AlCapone (donat berlapis cokelat putih dengan taburan irisan kacang almond yang renyah), Cheese Me Up (donat dengan

lapisan keju yang meleleh di bagian atas), dan Coco Loco bagi penggemar cokelat, membuat pelanggan memiliki banyak

pilihan.  Harga yang ditawarkan pun bervariasi, yakni mulai dari Rp. 5000. J-CO juga menyediakan variasi minumannya, seperti berbagai flavours kopi, J. Lato Ice Cream dan J. Cool Yoghurt.

 

2.2 Dunkin Donuts

2.2.1 Sejarah Awal

Tahun 1940, seorang pengusaha Bernama Bill Rosenberg mendirikan dan  Membuka sebuah gerai donat Kettle di kota Boston, Quincy – Massachusetts, amerika Serikat.Tanpa disangka gerai donut miliknya tumbuh pesat. Hal ini terbukti dari makin bertambah banyaknya pelanggan yang berkunjung.

6
Melihat perkembangan usahanya yang positif, tahun 1950 Rosenberg pun memutuskan mengubah Open Kettle menjadi nama lain yang lebih menjual. Penghasilan kena pajak di Canada memerlukan proses yang panjang hingga akhirnya terpilihlah nama baru yang lebih menjanjikan yaitu ”Dunkin Donuts”. Selaras perubahan tersebut, dirintislah sistem franchise (waralaba).
Seperdua tahun berlalu, kemajuan dan ketenaran nama ”Dunkin Donuts” makin tak terbendung. Bahkan di tahun 1970, Dunkin ‘Donuts telah menjadi Reputasi Internasional Merek yang luar biasa. Reputasi dan ketenaran itu jugalah yang kemudian menarik minat Sekutu Domecq – sebuah anak pajak tangguhan dan Internasional yang membawahi Togo Baskin Robins – untuk membeli Dunkin ‘Donuts Dari Keluarga Rosenberg. Pembelian dan pengambilalihan dari keluarga Rosenberg akhirnya disepakati dan dilakukan pada tahun 1983.
Meski berganti kepemilikan, Sekutu Domecq tetap berusaha mempertahankan sistem policy yang sudah berjalan di Dunkin Donuts. Hanya satu yang menjadi ambisi seluruh policy Donuts Sekutu Domecq yaitu membantu Dunkin ‘Secara memperluas pasar internasional. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, diberlakukanlah standarisasi di seluruh Dunkin ‘Donuts counter.
Didukung oleh sumber daya manusia yang handal, ambisi Sekutu Domecq tercapai dalam memperluas Dunkin ‘Donuts secara

 

7

menakjubkan sehingga gerai regularnya tidak hanya tersebar di Benua Amerika, tetapi juga di Benua Eropa dan Asia.

2.2.2 Masuk Pasar Indonesia

Dunkin ‘Donuts mulai merambah pasar Indonesia pada tahun 1985. Gerai pertamanya didirikan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta. Khusus wilayah Indonesia, master franchise Dunkin ‘Donuts dipegang Dunkin’ Donuts Indonesia.

Sejak diberi kepercayaan memegang master franchise tersebut, Dunkin ‘Donuts Indonesia bercita-cita dan bertekad untuk membesarkan serta memperkuat kesadaran dan positioning Dunkin’ Donuts. regular tidak Hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota besar lainnya.Itu sebabnya, kegiatan memperluas pasar dilakukan secara berkala hingga mambuka puluhan gerai permanen di Indonesia.

Kini Dunkin ‘Donuts Indonesia telah berhasil membuka lebih 200 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, Yogyakarta, Makassar, dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil survei sebuah Lembaga Riset Pemasaran yang menyebutkan bahwa Top of Mind Dunkin ‘Donuts di Indonesia telah mencapai 91,8%. Bahkan tercatat juga tingkat kepuasan pelanggan Indonesia terhadap Dunkin ‘Donuts secara keseluruhan mencapai 80,8%.

8

Dunkin ‘Donuts Indonesia juga mengikrarkan komitmen untuk lebih memfokuskan diri dalam perbaikan pada produk dan pelayanan. pelanggan

2.2.3 Konsep Penjualan

Para pengunjung dapat memilih sendiri donat yang akan dinikmati karena konsep penjualan Dunkin’ Donuts di e-Walk BSB adalah self service (layani diri sendiri), kecuali untuk menu minuman

Selain itu, penataan ruang dengan menggunakan konsep open kitchen. Di mana pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan donat melalui sekat dinding kaca transparan. Tujuannya, pengunjung tidak saja menikmati donat, tapi juga melihat proses pembuatannya

2.2.4 Fasilitas

Dunkin’ Donuts menyediakan dua area bagi pengunjung, yaitu smoking dan no smoking. Keduanya ditata sedemikian apik, lengkap dengan televisi layar datar dan WiFi gratis. Sehingga pengunjung dapat menghabiskan waktu berselancar di dunia maya sembari menikmati donat dan minuman lezat.

2.2.5 Variasi Makanan dan Minuman

Beragam pilihan minuman yang terkenal kelezatannya turut tersedia sebagai pasangan serasi donat. Misalnya, Coollata Series

9

 

dengan lima pilihan rasa, yaitu Dark Choco, Green Tea, Cappucino, Raspberry, dan Iychee. Selain itu, ada pula jenis Ice Green Tea dan Ice Chocolate yang telah diramu sedemikian rupa. “Semua bahan baku produk Dunkin’ Donuts, mulai kue hingga minuman adalah olahan orginal pabrik sendiri (Dunkin’ Donuts) tanpa melalui suplier

Sedangkan produk minuman panas, tersedia Late Hazelnut dan Late Tiramisu dan berbagai jenis lainnya. Minuman juga tersedia dalam puluhan aneka rasa yang nikmat.

KESIMPULAN

Pada dasarnya kedua perusahaan ini yaitu J-CO Donuts & Coffe dan Dunkin Donuts merupakan perusahaan yang sama-sama dalam bidang makanan yakni donuts. Kedua perusahaan ini bersaing secara ketat untuk dapat menarik pelanggan sebanyak-banyaknya. Tentunya dengan cita rasa dan fasilitas yang dimiliki oleh kedua perusahaan ini.

Untuk konsep penjualan, kedua perusahaan ini menggunakan konsep open kitchen. Dengan tujuan agar para pelanggan dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembuatannya.

Untuk masalah harga, kedua perusahaan ini mematok harga yang sesuai dengan keadaan kantong kita. Tapi untuk masalah selera dan cita rasa, kami mengembalikan pada para pelanggan masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

DAFTAR PUSTAKA

http://4.bp.blogspot.com/_IjBEXKWrXzQ/SiOJy-

V3G4I/AAAAAAAAABY/rXsaz5cLpks/s1600-h/

http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba

http://www.dunkinina.com/&ei=veyrTJTKEJGiuQP8s5yTBw&sa=X&oi=tr

anslate&ct=result&resnum=9&ved=0CD4Q7gEwCA&prev=/serach%3F

q%3Ddunkun%2Bdonuts%26hl%3Did

http://www.google.co.id/gwt/x?q=Pengertian+waralaba+&ei=ie-

aba+&ei=ie+Utmddkjl8rAfct xl&ved=OCAUQFjAA&output=wml&hl=

id&source=m&rd=1&u=

http://www.smfranchise.com/franchise/artiwaralaba.html

www.ddambas.blogspot.com

www.dunkinina.com

www.j-co.com

www.mediaindonesia.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s